29 March 2011

Kenyataan Media S.M Mohamed Idris

Citizens International meminta Raja Arab Saudi, Abdullah dan Dewan Kerjasama Teluk Persia (GCC) supaya menarik pasukannya dari Bahrain. Menurut Citizens International, sama sekali tidak ada alasan bagi Arab Saudi untuk menempatkan pasukannya di Bahrain.

Dalam bagian statemennya, Citizens International menegaskan, "Tidak ada ancaman eksternal atas Bahrain. Di negara ini hanya terjadi protes damai oleh para pendukung reformasi demokratis."

Citizens International juga meminta Raja Hamad bin Isa Al-Khalifa supaya memilih opsi dialog dengan para pengunjuk rasa daripada harus menggunakan kekerasan dan pembantaian atas warga tak berdosa.

Statemen itu juga mengecam klaim Raja Hamad Al-Khalifa yang menuding para pendemo pro-demokrasi sebagai ulah pihak asing. Yang dimaksud pihak asing di sini adalah Republik Islam Iran. Menurut Citizens International, tudingan itu sama sekali tidak berdasar. Disebutkannya pula, tudingan Raja Hamad Al-Khalifa itu sengaja dimunculkan untuk mengalihkan opini umum dari isu-isu seperti korupsi, tidak adanya demokrasi dan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia di Bahrain.

Sebelumnya, Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak menyatakan bahwa Malaysia mendukung tindakan Arab Saudi dan negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk Persia (GCC) yang diistilahkan sebagai upaya untuk menciptakan perdamaian, rekonsiliasi dan stabilitas jangka panjang di Bahrain. Dikatakannya pula, "Malaysia menolak segala tindakan yang dilakukan kelompok teroris yang mengacaukan stabilitas dan keamanan negara (Bahrain)."

Sementara itu, Turki mengecam intervensi Arab Saudi dan rezim-rezim Arab lainnya. PM Turki, Recep Tayyip Erdogan, belum lama ini mengatakan, "Pihak kami sangatlah jelas bahwa kami bukan berpihak pada sumur-sumur minyak. Kami berpihak pada rakyat, demokrasi, perdamaian dan persaudaraan."Ia menambahkan, " Kami tidak akan terjebak dalam kubangan para pedagang senjata. Kami meneriakkan; Wahai saudara janganlah bunuh saudara lain!"

"Apa yang terjadi di Bahrain adalah tragedi Karbala," tegas Erdogan yang mengecam keras intervensi Arab Saudi dan rezim-rezim Arab lainnya atas Bahrain.

Belum lama ini, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatollah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei menyatakan bahwa intervensi militer Arab Saudi terhadap Bahrain adalah langkah keliru. Dikatakannya, "Langkah ini menyebabkan Arab Saudi dibenci masyarakat dunia."

"Jika AS dibenci masyarakat di kawasan, maka itu tidaklah terlalu penting karena jarak AS yang sangat jauh dengan kawasan. Akan tetapi jika Arab Saudi dibenci di masyarakat kawasan, maka itu adalah kerugian yang besar. Untuk itu, Arab Saudi telah melakukan kesalahan dan negara manapun yang melakukan langkah ini juga akan dihadapkan pada kekeliruan yang sama, " tegas Rahbar.

Berikut ini adalah statemen lengkap Citizens International;

Press Release

24th March 2011

Saudi and GCC troops must be withdrawn from Bahrain

Citizens International calls on King Abdullah of Saudi Arabia and the Gulf Cooperation Council (GCC) to withdraw their troops from Bahrain for there is absolutely no reason for them to be there.

There is no external threat to Bahrain but only peaceful protests by the people demanding democratic reforms and an end to the archaic form of government by hereditary rulers.

King Hamad bin Eisa Al Khalifa, instead of using violence and killing and wounding hundreds of peaceful protesters, should have entered into a dialogue with the leaders of the democracy movement for establishing a constitutional democratic government in Bahrain with equal rights for all its citizens.

King Hamad recently claimed that the peaceful demonstrations of Bahrainis for democracy form part of a foreign plot which, with Saudi troops, has now been foiled. This is totally baseless and is directed at Iran to divert attention from the root cause of the protests which is corruption, lack of democracy and serious violation of human rights by his regime.

He should realize that he and other repressive regimes cannot continue to fool the Arab masses anymore by blaming Iran for the glorious peoples' struggles for freedom and democracy in the Arab world. They cannot play on sectarian differences to keep the people divided in order to perpetuate their illegitimate regimes. Sunnis and Shias are one - Muslims - and jointly demand an end to dictatorships and hereditary rule and for freedom, democracy and justice.

The Egyptian and Tunisian people have shown the way for the emergence of progressive and democratic Arab governments. It is only a matter of time before the remaining Arab dictators and hereditary rulers who do not listen to the voices of their people will be dumped into the dust-bin of history.

We call on Malaysians and all those who cherish freedom and democracy, wherever they may be, to support the struggle of the people of Bahrain, Saudi Arabia and other Arab countries for freedom, democracy and justice.

S.M Mohamed Idris
Chairman
Citizens International

(IRIB/AR)

5 comments:

Adilla Harun said...

Bercakap tentang SEJARAH, satu ungkapan yang tidak mungkin dilupakan ialah 'HISTORY WILL REPEAT ITSELF'. Tidak salah@ada benarnya menyamakan suasana di Bahrain dengan Karbala'. Cuma ia VERSI abad terkini. Pokok dan dasar tetap ada persamaan BENAR VS BATIL.

Berpusinglah ke mana sahaja, berlapiklah dengan apa sahaja, akhirnya ia berbalik kepada persoalan yang satu - KETUHANAN@KEIMANAN.

Dari situlah asal kecintaan. Kecintaan pada Tuhan menurut cara yang Islami tidak akan membenarkan penyembelihan dan pembunuhan yang sewenang-wenang. Tapi KECINTAAN pada DUNIA DAN KESENANGAN ya!

mohd ihsam zainuddin said...

tahniah S.M Mohamed Idris ! Presiden CAP yg memang peka bukan sahaja isu pengguna malahan merentasi isu kemanusiaan. ngo-ngo yg memperjuangkan kemanusiaan di mana anda ? adakah perjuangan anda berteraskan mazhab atau berteraskan yahudi dan sekutunya ?

firassinar said...

Andai kata Kenyataan Media ini di buat oleh Presiden Pas,bukankah itu lebih tepat.
Pastinya imej ulama akan hebat di sisi massa.Namun cuba kita semua lihat apa yang di buat oleh HJ HADI dan kawan2nya..undur dan terus mundur,menikus serta meraban pasal demokasi! demokasi!.

Untung betul tok guru2 di semalaysia ni, bila dikritik ramai yang akan membela.Tu lah dia,mcm mana nak membela rasulullah dan ahlul baitnya
sebab yang dikenal dan dipuja hanya Dato-dato seri dan haji Presiden
Moga2 di beri petunjuk dan hidayat.

Islam Muhammadi said...

Salam.

Kejujuran adalah kelazatan rohani yang tidak akan dirasakan oleh seorang pendusta. Dusta adalah lawan dari jujur - sangat tercela, baik besar maupun kecil.

Kejujuran adalah tiang utama keimanan. Kejujuran adalah kesempurnaan kemuliaan, saudara keadilan, roh pembicaraan, lisan kebenaran, sebaik-baik pembicaraan, dan kebaikan segala sesuatu.

Imam Ali as berkata, "Takutlah kamu dari dusta yang kecil maupun dusta yang besar, yang dilakukan dengan sungguh-singguh ataupun dengan bergurau. Kerana, jika seseorang berdusta kecil maka hal itu akan mendorongnya untuk berani berdusta besar."

Annabilah said...

ada video yg bagus menyangkal tuduhan terhadap kebangkitan rakyat Bahrain:

http://www.youtube.com/watch?v=VUN2Zs0--SI&feature=channel_video_title