
Kelmarin di daerah Malkiya, Bahrain beberapa ratus remaja dan kanak-kanak keluar membantah kekejaman pemerintah Bahrain, Hamad Khalifa. Dalam satu pertemuan dengan utusan khas kerajaan Saudi, Putera Bandar Sultan Abdulaziz Al-Saud, PM kita berkata: "Kami menyokong penuh semua keputusan yang diambil oleh GCC yang bertujuan menjaga kestabilan dan keselamatan di rantau itu bagi memastikan keamanan dan keharmonian rakyat mereka. Malaysia mengutuk sebarang kumpulan berkaitan pengganas yang merosakkan kestabilan dan keselamatan negara."
Selain pengganas dengan belon di atas, marilah kita lihat wajah-wajah pengganas yang dimaksudkan di bawah:














Soalannya sekarang; ganas tak?
Takkan budak-budak pun hendak ditembak dan disembur gas pemedih mata?
Memang macam Zionis.
Takkan budak-budak pun hendak ditembak dan disembur gas pemedih mata?
Memang macam Zionis.
Badan hak asasi manusia yang independen iaitu Amnesty International melaporkan apa yang berlaku di Bahrain ialah pencabulan hak asasi manusia yang serius.
Amnesty International today revealed evidence of the Bahraini security forces' systematic use of excessive force in cracking down against protesters, as fresh violence left as many as eight people dead.
In a new report released today, Bloodied but Unbowed: Unwarranted State Violence against Bahraini Protesters, the organization documents how security forces used live ammunition and extreme force against protesters in February without warning and impeded and assaulted medical staff trying to help the wounded.
The report, which is based on first hand testimonies given to an Amnesty International team in Bahrain, comes as the country is gripped by further violence, after Saudi Arabian and UAE forces entered the small Gulf state three days ago and Bahrain's King declared a national state of emergency.
Baca lanjut di sini
Amnesty International today revealed evidence of the Bahraini security forces' systematic use of excessive force in cracking down against protesters, as fresh violence left as many as eight people dead.
In a new report released today, Bloodied but Unbowed: Unwarranted State Violence against Bahraini Protesters, the organization documents how security forces used live ammunition and extreme force against protesters in February without warning and impeded and assaulted medical staff trying to help the wounded.
The report, which is based on first hand testimonies given to an Amnesty International team in Bahrain, comes as the country is gripped by further violence, after Saudi Arabian and UAE forces entered the small Gulf state three days ago and Bahrain's King declared a national state of emergency.
Baca lanjut di sini
Laporan Amnesty International itu selaras dengan laporan Ben Farmer, wartawan The Telegraph yang melaporkan tentera masuk menyerbu dewan pembedahan di Hospital Salmaniya lalu menahan petugas hospital serta mencegah mereka dari melakukan rawatan:
Surgeons in operating theatres were stopped mid procedure and ordered to take off their masks. Once inside the soldiers took charge of wards and searched and questioned staff, though did not use their weapons. Cameras were confiscated and locked doors were knocked in. (Lihat sini)
Kenyataan akhbar Navi Pillay, UN High Commissioner for Human Rights turut mengecam pembunuhan dan kekejaman terhadap penunjuk perasaan di Bahrain: “My office has been receiving desperate calls and emails from numerous individuals in Bahrain, terrified about the armed forces’ intentions. There are reports of arbitrary arrests, killings, beatings of protesters and of medical personnel, and of the takeover of hospitals and medical centres by various security forces. These reportedly include Bahraini police, defence forces and troops from the Gulf Cooperation Council’s Peninsula Shield Force. This is shocking and illegal conduct. Police and armed forces must immediately leave health-care facilities and cease their harassment and intimidation of health professionals." (Sumber di sini)
Dan, setelah semua laporan bebas itu menjelma, Yusuf Qaradhawi masih mengatakan 'I don’t have the enough information on what is happening' (sini).
Dan, setelah semua laporan bebas itu menjelma, Yusuf Qaradhawi masih mengatakan 'I don’t have the enough information on what is happening' (sini).







11 comments:
teruk!x tau nk kata apa dah!
“Mereka tidak boleh lagi memainkan perbezaan sektarian untuk mengekalkan rakyat supaya terus berpecah bagi mengekalkan regim mereka yang tidak sah. Puak Sunni dan Shiah ialah satu iaitu Muslim dan bersama menuntut penamatan kuasa diktator dan penguasaan secara keturunan untuk kebebasan, demokrasi dan keadilan,” - S.M Mohamed Idris, Pengerusi Citizens International
Alhamdulillah.
ganas sungguh budak2 ni ! patutnya pengganas kena lah pakai pistol,m-16 atau pun bom tangan.ni tidak...,!bawak tangan kosong je... mungkin ni istilah baru kut..! hasil pandangan dan fatwa ulamak2 sunni yg terkini.! mungkin pandangan mereka mcm ni ; "siapa2 yg di kalangan syiah yg buat tunjuk perasaan walaupun secara aman hendaklah difatwakan sebagai pengganas! mereka perlu diburu sehingga lubang cacing sekalipun.jika dapat ditangkap wajib dibunuh dgn cara apa sekalipun kerana mereka bukan manusia dan tidak layak diberikan layanan seperti manusia2 lain di atas dunia ini!!! agaknya mcm tu lah fatwa dari syeikh2 ulamak sunni... memang lawak lah sapa2 yg kata kat pendemontrasi tu pengganas!
'I don’t have the enough information on what is happening'
Salam.
Perjalanan hidup manusia adalah perjalanan menuju Allah (perjalanan Ilahi / al-masirah al-Ilahiyyah). Musuh sepanjang perjalanan ini ada dua macam, musuh dalam dan musuh luar.
Antara musuh dalaman (musuh batin) manusia ialah kelalaian, keraguan dan nafsu ammarah.
Nafsu ammarah adalah nafsu yang selalu memerentahkan kepada keburukan. Yang dimaksudkan dengan nafsu ammarah ialah kecenderungan-kecenderungan, naluri dan hawa nafsu. Dan musuh inilah jauh lebih berbahaya.
Yusuf as berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dariku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh." [12:33]
Artinya, jika Allah tidak menyelamatkan Nabi Yusuf as dengan rahmat-Nya, maka tentu nafsu ammarah akan membawa Nabi Yusuf as kepada kehancuran; dan pada saat itu tentunya beliau akan termasuk orang-orang yang bodoh.
Sesungguhnya nafsu ammarah akan membawa seseorang manusia kepada kehinaan, jika sedikit saja dia lalai, meski betapa pun ‘sucinya’ dia. Nafsu ammarah selalu mendorong tuannya untuk melakukan perbuatan-perbuatan maksiat, perbuatan-perbuatan yang dimurkai oleh Allah SWT. Ketika seorang manusia melakukan suatu keburukan, maka untuk kedua kalinya nafsu ammarah mendorongnya untuk terus melakukannya. Nafsu ammarah akan menjadikan perbuatan maksiat sebagai sesuatu yang dicintai oleh pelakunya, sehingga pelakunya memandangnya sebagai suatu hal yang biasa dan wajar.
“Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali orang yang diberi rahmat oleh Tuhanku.” [12:53]
Manakala nafsu ammarah telah menguasai diri seseorang, maka nafsu ammarah itu tidak akan melepaskan kekuasaannya kecuali setelah orang itu masuk ke dalam neraka Jahanam. Nafsu syahwat tidak akan melepaskan seorang manusia kecuali setelah manusia itu dimasukkan ke dalam dasar neraka yang paling bawah.
Dan Islam tidak mengatakan supaya kita membunuh nafsu ammarah. Akan tetapi apa yang diperintahkan oleh Islam ialah mendidik dan menyucikannya, sehingga nafsu ammarah itu berjalan sesuai dengan garis yang ditetapkan oleh ajaran Islam.
Assalamualaikum Dr.ada seorang kawan sy bagi beberapa link berita dan gambar2 tentang seorang lagi syahid Bahrain,Hani Abdul Aziz.Mungkin Dr boleh post ttg syahid ni.
http://bahrainonline.org/showpost.php?p=2068517&postcount=65
http://bit.ly/gtY03r
Salam.
Nafsu ammarah boleh mendorong seseorang kepada taklid buta dan kebodohan berganda (jahl murakkab). Kita mohon perlindungan Allah dari nafsu sebegini.
Sejarah mencatatkan, peristiwa yang menimpa Ali Ashghar di padang Karbala adalah setelah hawa nafsu menguasai diri, dan mereka pun mengingkari nilai-nilai yang utama dan ajaran-ajaran Islam yang luruh. Mereka telah terlepas dari nurani kemanusiaan, dan telah menjadi binatang buas yang siap menerkam, disebabkan kecintaan mereka kepada kekuasaan dan kepada dunia.
Imam Husain as datang membawa anaknya yang masih menyusu ke hadapan umat untuk meminta air bagi anak yang masih menyusu ini, setelah sebelumnya dia mengenakan sorban Rasulullah SAW. Akan tetapi, salah seorang dari mereka yang ingin mendapatkan keridaan hamba melontarkan anak panah ke leher anak yang malang itu. Anak itu menggelepar, sementara darahnya yang suci mengalir di dalam pelukan ayahnya.
Siapakah ayahnya itu? Ayahnya adalah putra dari putri Rasulullah SAW. Ayahnya adalah putra dari az-Zahra al-Batul, yang mana Rasulullah SAW telah bersabda tentangnya:
"Fatimah adalah bagian dari diriku; barangsiapa membuatnya marah maka dia telah membuatku marah, dan barangsiapa yang membuatku marah maka dia telah membuat Allah marah."
Ganas mengalahkan zionis.. Sama sendiri memang gitu.kita tidak boleh berdiam diri bila saudara seIslam dianiaya sebegini rupa. Do something!!!
Brutal betul diaorang ni. Tak apa, tunggulah bila balasan diorang datang nanti.
Orang yang tak dapat information tu: Dia ingat ini zaman unta dan burung merpati untuk mendapatkan info agaknya. Very funny!
Ana tak tahu! Ana tak tahu! Ana don't have cukup informasi! Ini P Ramlee Arab ke apa? Nanti Ana jawab di sanaaa.... Allah Tuhan Manusia, Muhammad Rasul kita.
Salam Dr.FT...
Allahumma solli 'ala Muhammad wa aali Muhammad wa 'ajjil farajahum.
sy cuma ingin berkongsi maklumat lama...mungkin khabar ini sudah basi sedikit. klik link di bawah nie.. sy tak sanggup tengok gambar2nya... Astaghfirullah al-'azim..
http://abusalafy.wordpress.com/2010/04/04/foto-foto-kejahatan-perang-pembantaian-penduduk-sipil-di-sa%E2%80%99da-%E2%80%93-yaman-oleh-rezim-wahabisalafy-saudi-dan-yaman-dukungan-barat-amerika/
Post a Comment