Scene: Restoran Syed, PJ.SULOK: I’m a bit confused by the action of some government authorities in breaking up a Shi’ite prayer meeting in a house on the outskirts of Kuala Lumpur last month. According to news reports there were some foreigners as well who were questioned but allowed to go. But no such luck for the locals. I wonder why? Are they not Muslims?
Chong: And then there were statements from the education authorities warning students against joining the group.
Sulok: But why? Are they a deviationist group? Are they deviant Muslims?
Mohan: Are there many of them?
Azman: By some estimates there are about 40,000 to 50,000 Shi’ites in the country.
Mohan: That’s big. Even though there are about 17 million Muslims in this country 50,000 is still not small. Wonder whether they are included in the 17 million. What do you think Cikgu?
Zain: Of course they are. I don’t think the religious authorities are aware of their real number. A journalist friend of mine told me that during Tun Dr Mahathir Mohamad’s visit to Iran some years ago he saw a group of Malaysian students in Qom waiting to present him with a souvenir. They told him they were studying in the Shi’ite religious colleges there. Later Mahathir asked the Pusat Islam director who was in the entourage whether he was aware that Malaysians were studying in Shi’ite schools. The director said he wasn’t aware of it. Of course they would propagate what they learnt when they return.Mohan: But I suppose because of the ban against them they don’t readily admit they are Shi’ites.
Sulok: But aren’t they Muslims?
Zain: Of course they are.
Sulok: But why act against them?
Azman: Of course there are those who would not think so. But I know there are about 400 million of them in the world mostly concentrated in Iran and Iraq. They are certainly part of the 1.6 billion Muslims in the world. There are 2.2 billion Christians divided into 38,000 denominations.
Chong: Naturally the rest of the Muslims are not going to demand that the Shi’ites be excluded when the number of Muslims in the world is being tallied.
Azman: Naturally.
Chong: So if they are Muslims why are they discriminated against by the other Muslims in this country? Cikgu, please?
Zain: It’s a long story my friend. It is historical as well as ideological. Briefly, the split into Sunnism and Shi’ism began after the death of the Prophet Muhammad. It became ideological after the descendants of the prophet’s grandsons resisted the ruling group that succeeded him. Even though they were killed in a battle between the two groups, their group found support among the Iranians where it more or less acted as a rallying force against domination by the Arabs.
Chong: No Arabs among them?
Zain: Of course there were. For instance nowadays Arab Shi’ites are in a majority in Iraq. In Malaysia most of the Muslims are Sunnis. The religious authorities are run completely by Sunnis, and they have been defending their turf very well. When the British colonial government took away the power of the Malay rulers they gave them something else to do – devote your time to looking after your religion and your customs, they said. And the Malay elite had no choice. But in time they, aided by their ulamak, became overzealous in what they were doing. Until today. For instance for easy administration they only allow their version of Sunni Islam to be practised in this country. Some have called this version of Islam establishment Islam. And they have created the National Fatwa Council which issues religious edicts which few Muslims dare to dispute.Azman: Ya, ya. It banned tomboyism. It banned yoga exercise. And, of course, it banned Shi’ism.
Mohan: So what the religious authorities are trying to do is to make Malaysian Islam a monolithic faith in the country. Isn’t it so, Cikgu?Zain: I think so. I think it is a tough undertaking. Islam as everyone knows is not a monolithic faith. Among the Sunnis itself there are four major schools – Shafie, Maliki, Hanafi and Hanbali. Most Malaysian Muslims are followers of the Shafie school. But the other schools are all acceptable by the religious authorities here.
Azman: What about Qadiani?
Zain: There are some closeted followers here I’m sure. The movement was founded by Mirza Ghulam Ahmad in Qadian, a village in Punjab, in 1889. It was called the Ahmadiyya movement and its followers refer to themselves as Ahmadis.
Chong: What’s wrong with the Qadiani movement?
Zain: The Ahmadis consider their founder would return as the Messiah or Mahdi towards the end of the world. Not acceptable.
Sulok: What about the movement which has the Aga Khan as its head?
Zain: The followers of the Shi’ite splinter group call themselves Ismailis, and the Aga Khan IV is their head. Ismailis consider him as the 49th imam which claim lineage from Fatimah, Prophet Muhammad’s daughter, and her husband Ali. The Aga Khan commands a huge family fortune which he uses to promote art and architecture all over the world and "towards improving the image of Islam throughout the world." Not acceptable.
Chong: I read somewhere that he leads a flamboyant Western lifestyle mostly in the US and Europe.
Azman: And then there are the Druzes and the Alawites who sometimes call themselves the Nusayris and Ansaris.Zain: It goes to show that Islam is not a monolithic faith but our religious authorities are trying to make it so. As one so called ulamak said recently "pluralism is bad for the country."
Sumber di sini.
Pembaca dipelawa mengundi, lihat birai kanan blog. Semua dipersilakan menekan punat seberapa yang anda suka malah boleh mengkafirkan penganut Syiah lebih dari sekali. Tetapi ingat, hidup di dunia ini akan disusuli dengan kehidupan di akhirat kelak.



13 comments:
Sekadar renungan:
"Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya, Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat." [2:17]
"Mereka itu tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)." [2:18]
"atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, kerana (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati." ... [2:19]
Sungguh benarnya apa yang difirmankan-Nya ini.
Salam.
Dalam Shahih Al-Bukhari dengan sanadnya, dicantumkan sabda Rasulullah SAW:
Barangsiapa bersaksi bahwa "tiada Tuhan selain Allah", menghadap kiblat kita, mengerjakan shalat kita, dan memakan hasil sembelihan kita, maka ia adalah seorang Muslim. Baginya berlaku hak dan kewajiban yang sama sebagai Muslim lainnya.
Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dengan sanad sampai kepada Miqdad bin 'Amr, bahwasanya ia pernah bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimanakah pendapat Anda seandainya aku berperang dengan orang-orang kafir. Lalu aku berkelahi dengan seorang dari mereka dan ia memukul salah satu tanganku dengan pedang sehingga terputus, kemudian ia menghindar dariku dan berlindung di balik pohon seraya berucap: "Aslamtu lillah." (Aku Islam kepada Allah). Bolehlah aku membunuhnya setelah ia mengucapkan kalimat itu, ya Rasulullah? Sabda Rasul SAW: Jangan kau bunuh ia. Apabila engkau membunuhnya juga, maka ia berada dalam kedudukanmu sebelum engkau membunuhnya (yakni sebagai Muslim) sedangkan engkau berada dalam kedudukannya sebelum ia mengucapkan kalimat itu (yakni sebagai kafir).
Al-Imam Abu Abdillah, Ja'far Ash-Shadiq a.s., berkata, sebagaimana dirawikan oleh Sufyan bin As-Samath: "Agama Islam itu ialah seperti yang tampak pada diri manusia (yakni kaum Muslim secara umum), yaitu mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah pesuruh Allah, mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, melaksanakan ibadah haji dan berpuasa di bulan Ramadhan."
Berkata pula beliau sebagaimana dirawikan oleh Sama'ah: "Agama Islam itu adalah kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan pembenaran kepada Rasulullah SAW. Atas dasar itulah nyawa manusia dijamin keselamatannya. Dan atas dasar itulah berlangsung pernikahan dan pewarisan dan atas dasar itu pula terbina kesatuan jamaah (kaum Muslim)."
وإذا خاطبهم الجاهلون قالوا سلاما
saya yakin tuan punya blog faham apa yang cuba saya sampaikan. semoga tuan diberi hidayah oleh Allah.
وإذا سمعوا اللغو أعرضوا عنه وقالوا لنا أعمالنا ,و لكم اعمالكم سلام عليكم لا نبتغ الجاهلين
harap tuan sedar jumlah manusia yang telah tuan sesatkan dan apakah balasan yang tuan terima kelak.
saya bukan pandai menghukum seseorang itu kafir. tapi nilai kafir atau kufur itu boleh di 'judge' melalui amalan perbuatan seseorang.
saudara sedar apa yang saudara lakukan. saudara sedar akan perbuatan syiah yang melampau. harapan saya agar saudara sedar dengan apa yang sedang saudara sesatkan.
sekian...
assalamualaikum dan salam sejahtera sekalian
ingin saya katakan di sini yang saya tak menemukan jawapan. saya dah soal dah sebelum ni yang saya nak tahu pendirian saudara2 semua tentang sahabat nabi. antara mencerca sahabat nabi atau tak
seperti komen2 yang sebelum ni, tak ada yang menjawab soalan saya atau menjawab tapi tak memuaskan saya
ingin saya katakan di sini yang saya tak ada niat untuk menguji. atau tanya suka2. bukan niat nak menduga
saya juga takkan pergi jauh ke dalam syiah sebab saya memang takkan masuk syiah
tak payah nak suggest saya baca buku tuhan manusia sebab saya dah baca dah pun
cuma bila saya tahu dr faisal ni menyebarkan mesej2 syiah, jadi saya dah berhenti baca dari karya2 dr faisal
mohon faham situasi saya dan sila jawab soalan dengan jelas dan tepat.
sekian terima kasih :)
zuhair
Seperti yang saudara lihat aya tidak terkesan, Alhamdulillah, apabila saudara berhenti membaca karya saya. Alhamdulillah dan Insya-Allah akan dan masih ada pembaca yang mengikuti saya. Kumpulan cerpen saya Tiga Kali Seminggu hampir habis (cetakan pertama) di jual setelah sebulan berada di rak kedai.
Yang kedua, saudara bertanya pendirian tentang sahabat. Saya tidak dapat menjawab bagi pihak orang lain. Kalau mereka tidak mahu menjawab saudara tidak boleh paksa.Pada pemerhatian saya, mereka telah pun menjawabnya cuma hati saudara tertutup untuk menerima. Hormatilah orang yang berbeza dengan kita. Saya tidak fikir kem pro syiah dalam blog ini mengajak sdr masuk syiah, mereka cuma menerangkan apabila saudara melakukan provokasi.
Yang ketiga, pendirian saya tentang sahabat telah saya nyatakan berkali-kali, pendirian saya ialah pendirian Abu ala al Maududi. Beliau adalah tokoh gerakan Islam, Jamiat Islam di Pakistan. Seorang Sunni Hanafi. Beliau menulis sebuah buku yang sangat bagus. Khilafah wal Mulk. Pendirian beliau adalah pendirian saya.
Sebenarnya saudara ingin mencari jawapan untuk memusuhi bukan untuk mengenali dan memahami. Kerana itulah saudara masih terpekik terlolong di sana sini. Orang seperti sdr lah yang Dr Siddiq Fadzil katakan: 'Teroris Pemikiran'.
Mr Bean dan zuhair,
Sebelum sdr berdua sibuk memikirkan tentang orang lain, renung-renunglah diri sendiri:
Apakah ada kemungkinan sdr berdua ini termasuk dalam perumpamaan yang disebut dalam ayat al-Quran yang saya tuliskan di atas itu?
Bodoh tak boleh diajar, cerdik tak boleh diikut.
Sdr berdua tidak faham tujuan tuan empunya blog ini menuliskan semua tentang syiah; kerana sdr berdua tidak membuka dan menjernihkan hati sdr, maka itulah jadinya.
Tidak mengapa, zuhair, jika sdr tidak mahu membaca buku-buku FT lagi. Sdr hanya melukut di tepi gantang, menambah tidak, mengurang apatah lagi.
salam
Saudara Zuhair.... Carilah ucapan tersebut berasal dari siapa.
"Jika ada orang lain yang akhlaknya lebih baik dari anda, maka anda bukan Syiah kami."
Saudara Zuhair. Lagipun, setiap diri baik lelaki mahupun wanita yang telah akil baligh berkewajiban menuntut ilmu. Sebenarnya, maksud MENUNTUT itu kan luas ciri-cirinya... kan.
Dan setiap diri itu juga baik lelaki mahupun wanita yang telah akil baligh akan bertanggungjawab tentang apa-apa yang telah diusahakan didunia ini.
dan "Seandainya engkau menyampaikan keburukan saudaramu, Jika itu benar, maka bererti kamu sudah membuka aib saudaramu, dan jika itu salah, maka engkau sudah melakukan fitnah."
Mengapa mesti mesti mendesak?!
Adakah "pahala" nya untuk seseorang yang suka mendesak ? @pun (Apakah itu boleh dikategorikan dalam "paksaan"?)
wassalam. "barada amruna wa shalaha"
Salam,
Zuhair
Masih belum beres2 lagi ka? :)
Memandangkan kamu ini masih tidak jemu2 bertanyakan hal sahabat sehingga seolah-olah jika seseorang itu baru mengenal Islam akan tergambar kepadanya bahawa hal itu adalah sebahagian dari rukun iman. Mujurlah hanya ada disebut Muhammad dan Ali Muhammad sahaja dlm ibadah solat dan tidak termasuk 'Wa Ashabi Ajmaeen' jika tidak sudah tentu boleh jatuh kafir jika seseorang itu mengingkarinya! :). Maka saya dengan ini perturunkan satu petikan daripada sebuah buku berjudul Imam Doa dan Munajat Imam Ali Zainal Abidin (Cucunda Rasulullah saw) (m/s46) agar tenteram sedikit jiwa kamu :D
Saya berkeyakinan inilah yg menjadi pegangan dan ikutan oleh majoriti pengikut2 Ahlul Bayt a.s termasuk kita disini.
Pernah beberapa org yg berasal dari negeri Irak, dan mengakui sebagai pencinta Ahlul-Bait, melontarkan kata2 yg kurang patut di hadapannya mengenai peribadi2 ketiga Khalifat pertama, Abubakar, Umar dan Ustman. Maka Ali Zainal Abidin bertanya pada mereka:
"Maukah kalian memberitahuku, siapa sebenarnya kalian ini ? Apakah kalian termasuk kaum Muhajirin yg pertama yg berhijrah dan diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka demi mencari karunia dari Allah dan keridoannya dan mereka menolong Allah dan RasulNya ?"(59:8)
"Tidak", jawab mereka. Dan Ali Zainal Abidin bertanya lagi:
"Ataukah kalian termasuk orang2 Anshar yg berdiam (di Madinah) dan telah beriman sebelum kedatangan mereka (Muhajirin). Mereka itu mencintai orang2 yg berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dlm hati mereka atas apa2 yg diberikan kpd orang2 Muhajirin. Dan mereka mengutamakan orang2 Muhajirin drpd diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan?" (59:9)
"Tidak", jawab orang2 dari Irak itu lagi. Maka Ali Zainal Abidin melanjutkan:
"Kalau begitu, ketahuilah bahwa kalian tadi telah berlepas diri dari kedua kelompok, kaum Muhajirin dan Anshar itu. Dan aku ingin tegaskan bahwa kalian juga tidak termsuk di antara mereka yg disebut Allah swt, sebagai orang2 yg datang sesudah mereka (kaum Muhajirin dan Anshar) yg berdoa: Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara2 kami yg telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Kaubiarkan kedengkian dlm hati kami terhadap orang2 yg beriman!(59:10). Pergilah kalian dari sini !"
Dengan men'google' secara rambang, saya menemui website berikut yg bertajuk "Benarkah Syiah mencela Para Sahabat?" sebagai info tambahan.
http://azzahrabalikpapan.org/artikel/75-benarkah-syiah-mencela-para-sahabat.html
Silalah layari ke website itu dengan saksama dan berlapang dada mudah-mudahan kita beroleh hidayah, (AlAn'aam:125) dan jauhi drpd sifat berburuk sangka kerana ia akan menyesatkan kebanyakan manusia (Al-An'aam:116) :)
Wassalam
ya, berlapang dada :)
Salam,
Para penjajah yang menganut berbagai ideologi dan fahaman, walaupun bermusuh dan berperang sesama mereka tetapi mereka bersatu menentang Islam .
Penjajah barat yang menganut fahaman Liberalisme, Kapitalisme bersedia menyerahkan tanah jajahan kepada Komunis atau Sosialis kalau mereka tidak berdaya menentang golongan Islam seperti yang pernah berlaku di Yaman Selatan dan Algeria.
Perpecahan umat Islam dalam perkara akidah merupakan suatu kemelut panjang yang sampai kini tidak kunjung padam. Penyakit taksub dan fanatik sudah menjadi barah yang merobek-robek jasad umat Islam yang semakin lemah.
Bersikap tolak-ansurlah dan berlapang dada dalam menerima perbezaan-perbezaan yang ada, seterusnya menumpukan perhatian kepada musuh sebenar yang terdiri daripada pihak barat dan penganut-penganut ideologi barat.
Lupakah kita untuk berfikir,
Pernahkah Amerika Syarikat membezakan antara pengikut Sunni atau Syiah dalam pencerobohan mereka ke atas Iraq ? Tetapi kenapa kita, umat Islam masih membeza-bezakan fahaman mazhab antara kita?
Bangun-bangunlah, jangan keliru lagi. Carilah kebenaran itu, gali ia sungguh-sungguh, setelah itu, serahkan urusanmu pada Pengurus yang Maha mengurus, minta dan berdoalah agar diberikan petunjuk dan hidayahnya, sekiranya masih kabur, mohonlah rahmat daripadanya untuk lebih faham dan mengerti dalam urusan beragama.
Wassalam.
Al-Imam Muhammad Jawad as
Andai orang yang bodoh diam, tentu manusia tidak akan berpecah-belah / berselisih.
zuhair,
kalau sdr nk jawapan yg jelas tntg soalan2 sdr,d cni bkn tmptnya..
ambillah ilmu itu drp org yg ahli tntgnya...
cuba sdr layari laman web syiah ini utk dptkn jawapan2 trsebut..
http://www.shia-explained.com/daftar-artikel
http://www.answering-ansar.org/answers/index.php
Zuhaiar,
Awak tulis awak xkan masuk Syiah kan?
Masa dulu masuk ASWJ ada isi borang ke?
Post a Comment